Langsung ke konten utama

PUISI PENDAKI TENTANG GUNUNG

 PUISI PENDAKI TENTANG GUNUNG

ANCALA MOUNTAINEERING DAIRI


PENDAKI SEJATI NUSANTARA

Kumpulan Puisi Pendaki Gunung

Hati ini tergerak sebab kuasamu
Sebatas manusia biasa hanyut  atas ciptaanmu
Bukan bersumber sebab gengsi
Bukan pula sebab pembuktian diri
Namun hanyalah sebatas kerendahan hati
Begiu banyak manusia sbut hobi
Tanpa merenung atas filosofi
Bukan pujangga
Bukan pula pandai rangkai kata
Hanyalah sebutir pasir terhebus penjuru nusantara.


MENITI HAMPARAN BUMI

Sesekali mata memandang seraya tak berujung
Sesekali lihat luas cakrawala
Namun hati bergetar terpukau akan pesonamu
Terikat betapa kuasanya sang maha penerang
Bahkan  kaki mengajak melangkah mendalami hakikatmu
Memori meenyadarkan orang pada masa lampau,”Tak kenal maka tak sayang”
Begitulah seuntai kata.
Memahami mereka membuat hidupku lebih memahami sang maha pencipta
Diatas bumi pertiwi tercinta


BIMASAKTI (MILKY WAY)

Gemerlap sapuan rayumu memanjakan indra
Ribuan bintang  mentang menemanimu
Tatkala kabut meyamarakn indra
Ingin ku gapai tuk ku peluk erat
Agar aku  bisa dapat pencerahan jiwa
Raga maih saja berdiri merenung
Betapa angkuhnya diriku di hadapan dirimu
Jikalau aku tak mensyukuri nikmat mu(tuhan)


BERJALAN SUNYI RIMBA
hutan gunung kembang
Kaki berpijak melangah seakan tiada akhir
Karakter setapak menguras emosi
Sedangkan badan terikat beban carrier
Sebuah keharusan agar hati dapat satu arti(sabar)
Rimba sunyi mencekam
Membuat mulut membisu diam
Pohon pun berkata....
“Tenanglah manusia sikapmu itu adalah kebijaksanaanmu”


DAISY

Tebar anggunmu memancing mata
Bagai kail runcing tancapan umpan
Ketegaramu di saat badai menimpamu ku kira kau berserakan
Namun kau tetap berdiri kokoh hadapi rintangan
Dalam elokmu terpendam sastra
Hamparan luas hijau sabana.

EDELWEIS

Lelah letih sirna ketika sekuntum bunga menarik didaqu
Kehidupanmu menginspirasi ragaku
Dalam gersang kau buktikan perjuangan
Dalam badai kau tegar,menjalani kehidupan
Putihmu cinta sejati keabadiamu
Ku sadar ia yang jadi pencetus kehidupan
Ku sadari betapa beratnya sebelum melihatmu
Apakah kau tau?
Yakni keganasan hutan rimba
Lngakah menanjak bergerilya
Seakan menunduk putus asa
seakan puncak di depan indra
Namun aku bersyukur kau tak hanya di penghujung asa
Dan pada akhirnya aku sadar ternyata cinta butuh pengorbanan.


JALINAN SAHABAT HANGAT DALAM TENDA

Duduk bercengkarama sahabat tercinta
Senda gurau berbagi cerita
Canda tawa dalam hangatnya bara
Nyaman ber alaskan matras
Semilir angin malam serasa terpangkas
Secangkir kopi panas berikan ketenagan
Sebuah sleeping bag berikan kehangatan.


Catatan:
Oh ini ada sedikit masukan buat kamu yang suka naik gunung,tolong kalau naik gunung sampahnya di bawa ya bro,bray jangan di tinggalin seperti mantanmu :V, cukup monyet dan binatang di dalam hutan saja yang buang sampah sembarangn wkwk,soalnya kan kebersihan sebagan dari iman,,kalau lihat sampah berserakan di gunung tolong minimal kamu gak nambah-nambahin sukur-di bawa ke BaseCamp, kan bisa buat contoh pendaki yang lain.

“menjaga keindahan alam sama halnya menjaga kehormatan diri sendiri”

Sekiranya cukup sampai sini saja puisi dari saya ,bila ada tutur kata yang kurang pas atau salah dalam mengelola peri bahasa saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya juga manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.
SALAM LESTARI

Komentar